Thursday, June 7, 2012

Pendidikan Agama Islam

A. PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN, RUANG LINGKUP DAN POLA PEMBINAAN SERTA ORIENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
                              1.            Pengertian
Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci al-Qur’an dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman.
                              2.            Fungsi
Pendidikan agama Islam di sekolah berfungsi:
a.   Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orangtua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkan kembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.
b.    Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus dibidang agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.
c.    Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
d.   Pencegahan, yaitu menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
e.      Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
f.  Sumber lain, yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
                              3.            Tujuan
Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman,  penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pendidikan agama Islam di sekolah bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
                              4.            Ruang Lingkup
Ruang lingkup pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara:
a.       Hubungan manusia dengan Allah SWT
b.      Hubungan manusia dengan sesama manusia
c.       Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
d.      Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.
Adapun ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan agama Islam meliputi lima unsur pokok, yaitu:
a.       Al-quran
b.      Aqidah
c.       Syari’ah
d.      Akhlak
e.       Tarikh
Pada sekolah dasar (SD) penekanan diberikan kepada empat unsur pokok yaitu: keimanan, ibadah, Al-Qur’an. Sedangkan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disamping empat unsur pokok di atas maka unsur pokok syari’ah semakin dikembangkan. Unsur pokok Tarikh diberikan secara seimbang pada setiap satuan pendidikan.
                              5.            Pola Pembinaan
Pembinaan pendidikan agama Islam dikembangkan dengan menekankan keterpaduan antara tiga lingkungan pendidikan yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Untuk itu guru Agama perlu mendorong dan memantau kegiatan pendidikan agama Islam yang dialami oleh peserta didiknya di dua lingkungan pendidikan lainnya (keluarga dan masyarakat), sehinga terwujud keselarasan dan kesatuan tindak dalam pembinaannya.

B.      ORIENTASI
Orientasi pendidikan Agama Islam diarahkan kepada tiga ranah (domain) yang meliputi ranah kognitif,, afektif dan psikomotorik.
Ketiga ranah itu dapat dirincikan berdasarkan penjenjangannya sebagai berikut.
a. Ranah kognitif: Knowledge (pengetahuan), Comprehension (pemahaman), Application (aplikasi), Analysis (analisis), synthesis (sintesis), evaluation (evaluasi).
b.  Ranah Afektif: Receiving (memperhatikan), responding (merespon), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization by a value or value complex (mengorganisasi/ mempribadian nilai).
c.  Ranah Psikomotorik: Perception (persepsi), Set (kesiapan), guided response (respon terbimbing), mechanism (keterampilan mekanisme), complex overt response (respon kompleks), adaption (adaptasi), organization (organisasi).