Rabu, 19 Desember 2012

Contoh Pengajuan Judul Skripsi PAI


PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI

Nama               : Ilmu Hayat
NIM                : 202109114
Jurusan/Prodi  : Tarbiyah/PAI
Semester          : ....................

A.  Judul
      “Komparasi Konsep Pendidikan Islam Menurut M. Athiyah Al-Abrasyi dan Hasan Langgulung"

B.  Masalah
Barangkali dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan penolong utama bagi manusia untuk menjalani kehidupan. Tanpa pendidikan maka manusia sekarang tidak akan berbeda dengan keadaan terdahulu pada masa purbakala. Asumsi ini melahirkan suatu teori yang ekstrim, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya suatu bangsa ditentukan oleh kondisi pendidikan yang dijalani oleh suatu bangsa tersebut.
Demikian pula halnya dengan peranan pendidikan Islam, dikalangan umat Islam merupakan salah satu bentuk manisfestasi dari cita-cita untuk melestarikan dan mentransformasikan ajaran Islam kepada pribadi dan generasi penerus. Sehingga nilai-nilai religius yang dicita-citakan dapat berfungsi dan berkembang dalam masyarakat dari waktu ke waktu.[1]
Sampai saat ini pendidikan juga masih dianggap sebagai kekuatan utama dalam komunitas sosial untuk mengimbangi laju berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan eksistensi pendidikan menuntut sistem pendidikan yang lebih dinamis dan lebih responsif terhadap berbagai persoalan dan perubahan dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, mungkin orang akan mempertanyakan konsep filosofik yang melandasi sistem pendidikan yang sedang dilaksanakan atau mungkin juga konsep-konsep operasionalnya ditinjau dan di kritik serta di perbaharui agar tetap relevan dengan tuntutan perubahan dan perkembangan kehidupan manusia.
Saat ini umat Islam sedang mengangkat pendidikan agar dapat dinikmati seluruh umat muslim dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dari sinilah banyak muncul tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam, di antaranya adalah M. Athiyah Al-Abrasyi dan Hasan Langgulung.
Hasan Langgulung menawarkan alternatif untuk mengatasi hal tersebut, dan alternatif itu adalah Islam yang bukan hanya dapat dinikmati oleh umat Islam saja, tapi juga umat non Islam untuk menemukan jendela baru yang penuh dengan harapan, ketentraman, kedamaian, setelah mereka berkecimpung dalam dunia yang gelap gulita tanpa tujuan. Dari hal tersebut diambil kesimpulan corak pemikiran yang digunakan Hasan Langgulung adalah Islamisasi Ilmu dan mengarah kepada reaktualisasi Islam. [2]
Menurut M. Athiyah Al-Abrasyi pendidikan Islam memang mengutamakan pendidikan akhlak yang merupakan ruhnya, tetapi tidak mengabaikan masalah mempersiapkan seseorang untuk hidup, mencari rizki dan tidak pula melupakan pendidikan jasmani, akal, hati, kemauan, cita-cita, ketrampilan tangan, lidah dan kepribadian. [3]
Dengan demikian maka jelas bahwa tujuan pendidikan menurut Muhammad ‘Athiyah Al-Abrasyi adalah mempersiapkan manusia yang berkepribadian paripurna secara utuh, jasmaniah ruhaniah, serta memiliki persiapan yang lengkap menghadapi hidup dan kehidupan.

C.  Rumusan Masalah
Dari deskripsi masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, sebagai berikut:
  1. Bagaimanakah konsep pendidikan Islam menurut M. Athiyah Al-Abrasyi?
  2. Bagaimanakah konsep pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung?
  3. Bagaimanakah persamaan dan perbedaan antara konsep pemikiran pendidikan Islam menurut M. Athiyah Al-Abrasyi dan Hasan Langgulung?

D.  Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
Ditinjau dari judul yang penulis akan teliti, maka di bawah ini terdapat beberapa hasil penelitian terdahulu yang telah diteliti oleh peneliti lain yang relevan dengan judul yang penulis akan teliti.
“Studi Komparasi Pemikiran Tentang Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung dan Zakiah Darajat” yang ditulis oleh Khusnul Khotimah NIM 2320619 Pada tahun 2011 menjelaskan bahwa baik Hasan Langgulung maupun Zakiah Darajat memiliki perhatian yang besar pada dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. Sehingga memiliki persamaan pemikiran di bidang tersebut. Diantaranya adalah dijadikannya Islam dan nilai-nilainya sebagai landasan utama pendidikan, penekanan bahwa pendidikan berupa wujud amalan tindakan nyata dalam kehidupan, pendidikan bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik, adanya konsep manusia sempurna sebagai tujuan yang ingin dicapai dari suatu proses pendidikan dan adanya persamaan dalam sumber landasan pendidikan Islam. Adapun perbedaan pemikiran antara Hasan Langgulung dan Zakiah Darajat yaitu terletak pada instrumen pendidikan yakni perbedaan mengenai peran atau fungsi seorang guru dan perbedaan mengenai konsep peserta didik.
“Studi Komparasi Konsep Pendidikan Al-Ghazali dan Paulo Freire” yang ditulis oleh Siti Aisyah NIM 03110098 Pada tahun 2007 menjelaskan bahwa (1) Pemikiran pendidikan Al-Ghazali bercorak religius-etik. Corak tersebut dipengaruhi oleh penguasaannya di bidang sufisme, dalam kepribadiannya penuh nilai-nilai Islami, dan ajaran tasawuf. Ia lebih menekankan pada budi pekerti dan spiritualitas manusia. (2) Konsep yang ditawarkan oleh Paulo Freire memiliki corak radikal, karena berangkat dari perjuangannya yang melawan berbagai bentuk penindasan yang terjadi di zamannya.

E.  Fokus Penelitian
Berdasarkan pada analisis teori dan penelitian terdahulu yang relevan di atas, maka peneliti tertarik dan ingin mencoba memfokuskan penelitian dalam segi komparasi konsep pendidikan Islam  menururt M. Athiyah Al-Abrasyi dan Hasan Langgulung dengan mengambil judul “Komparasi Konsep Pendidikan Islam Menurut M. Athiyah Al-Abrasyi dan Hasan langgulung"




[1] Abuddin Nata (Editor), Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Bandung: Angkasa, 2003), hlm. 55-56
[2] Abdul Khobir, Filsafat Pendidikan Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2011), hlm. 208

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar