Friday, April 12, 2013

Menyontek pada Waktu Ujian


MENYONTEK PADA WAKTU UJIAN
A.     Definisi menyontek
Ditinjau dari segi etimologis, menyontek berasal dari kata “sontek”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sontek, menyontek diberi pengertian dengan mengutip (tulisan dsb) sebagaimana aslinya, menjiplak.
Dalam pengertian sehari-hari, menyontek sering diartikan dengan membuka/melihat catatan kecil atau buku pelajaran pada saat mengerjakan soal ujian. Sampai sekarang kiranya masih ada orang yang mengikuti pengertian menyontek seperti ini. Tjetje Jusuf berpendapat, menyontek diartikan dengan mencontoh dengan bersembunyi-sembunyi karena terlarang. Tampaknya hanya mencoh saja yang dianggap menyontek, sedang bertanya pada kawan untuk menjawab soal ujian, dan .....?
Dengan demikian, ditinjau secara terminologis, yang dimaksud dengan menyontek adalah usaha mengerjakan soal-soal ujian tulis dengan menggunakan cara-cara yang melanggar tata tertib dengan tujuan untuk mendapatkan nilai yang baik. Kalau memperhatikan unsur-unsur yang terdapat dalam pengertian menyontek ini, maka jelas bahwa:
  1. Menyontek merupakan perbuatan yang tidak jujur, karena mengerjakan soal-soal ujian dengan melanggar tata tertib ujian.
  2. Menyontek dapat dikerjakan dengan banyak cara seperti membuka catatan kecil, membuka buku pelajaran, bertanya pada teman dan lain-lain.
  3. Tujuan menyontek tidak lebih dari sekedar untuk meraih nilai/skor yang baik sebagai kerberhasilan dalam ujian.

B.     Teknik menyontek
Menyontek dapat dilaksanakan melalui bermacam-macam cara, dan sejalan dengan laju perkembangan jaman yang kini masuk era globalisasi, cara-cara tidak jujur itupun ikut berkembang pula. Berikut ini ada beberapa teknik atau cara menyontek yang dipandang perlu dijelaskan. Dalam beberapa literatur, teknik-teknik menyontek ini masih ditulis secara garis besar dan masih terpencar-pencar.
  1. Membuka catatan kecil (repek-an)
  2. Membuka buku pelajaran
  3. Melihat pekerjaan teman
  4. Bertanya pada teman
  5. Lempar-lemparan kertas catatan dengan teman
  6. Saling memberi isyarat / kode jawaban dengan teman

C.      Penyebab menyontek
Dari sekian bayak faktor penyebab menyontek, menurut penulis yang penting untuk dipaparkan lebih lanjut ada lima macam seperti dibawah ini.
  1. Siswa/mahasiswa terlalu berambisi nilai yang baik tetapi malas belajar.
  2. Siswa/mahasiswa kurang rasa percaya diri
  3. Siswa/mahasiswa mudah ikut-ikutan teman.
  4. Ringannya sanksi buat para penyotek.
  5. Kelengahan pengawas ujian.