Jumat, 31 Mei 2013

Tujuan Pendidikan Karakter

Berbicara masalah pendidikan, apa pun jenisnya, tentu tidak bisa terlepas dari tujuan yang hendak dicapai. Demikian halnya dengan adanya program pendidikan karakter, pasti di dalamnya ada tujuan-tujuan yang akan dicapai. Tujuan di sini sifatnya kompleks, mulai yang sifatnya intern maupun ekstern. Namun, dimungkiri atau tidak bahwa tujuan pendidikan secara umum adalah sama. Artinya tujuan pendidikan harus dapat menjadikan manusia untuk menjadi lebih baik, serta dapat mengembangkan segala kemampuannya.
Menurut Zubaedi sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Fadlilah, menjelaskan bahwa beberapa tujuan pendidikan karakter, yaitu:
a.    Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa.
b.  Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
c.  Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta diidk sebagai generasi penerus bangsa.
d.  Mengembangkan kemampuan peserta diidik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan.
e.  Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi serta penuh kekuatan.
Menurut Dharma Kesuma, dkk., tujuan pendidikan karakter dalam setting sekolah memiliki tujuan sebagai berikut:
a.    Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan.
b.    Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah.
c.    Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggungjawab pendidikan karakter secara bersama.
Sejalan dengan tujuan di atas, menurut Gede Raka, dkk., menjelaskan bahwa secara lebih spesifik tujuan pendidikan karakter di sekolah mencakup:
1)     Membantu para siswa untuk mengembangkan potensi kebajikan mereka masing-masing secara maksimal dan mewujudkannya dalam kebiasaan baik; baik dalam pikiran, baik dalam sikap, baik dalam hati, baik dalam perkataan dan baik dalam perbuatan.
2)    Membantu para siswa menyiapkan diri menjadi warga negara yang baik.
3)    Dengan modal karakter yang kuat dan baik, para siswa diharapkan dapat mengembangkan kebajikan dan potensi dirinya secara penuh dan dapat membangun kehidupan yang baik, berguna, dan bermakna.
4) Dengan karakter yang kuat dan baik, para siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan yang muncul dari makin derasnya arus globalisasi dan pada saat yang sama mampu menjadikannya sebagai peluang untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat luas dan kemanusiaan.
Menurut Jamal Ma’mur Asmani, menjelaskan bahwa pendidikan karakter bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter, diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Lebih lanjut, para ahli membagi tujuan pendidikan karakter di sekolah/madrasah menjadi dua bagian. Pertama, bagi guru (pendidik), dan kedua, bagi peserta didik. Tujuan pendidikan karakter bagi guru/ pendidik diharapkan menjadi sebuah primer efek, yang dapat memberi serta menjadikan dirinya suri teladan bagi semua lingkungan sekolah, terutama kepada peserta didik, sehingga guru memiliki profesionalisme serta tanggungjawab penuh untuk membangun peradaban bangsa melalui lembaga pendidikan.
Adapun pendidikan karakter bagi peserta didik adalah mendorong tercapainya keberhasilan belajar peserta didik, serta bertujuan untuk mendewasakan peserta didik agar memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai moral yang paripurna, serta seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar